Home / Uncategorized / Kepala Sekolah SD Inpres Sifnana Sangat Mendukung Program MBG

Kepala Sekolah SD Inpres Sifnana Sangat Mendukung Program MBG

Saumlaki.forummaluku.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diprogramkan Pemerintah merupakan inisiatif Nasional yang diluncurkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dimulai pada tahun 2025. Untuk menyediakan makanan sehat bagi, balita, ibu dan ibu menyusui.

Program tersebut diyakini dapat meningkatkan gizi, menurunkan angka stunting dan memperkuat Sumber Dasar Manusia, program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Program ini juga dapat menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM, petani dan nelayan sebagai penyedia bahan pangan.

Program MBG yang dilaksanakan pada SD Inpres Sifnana mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Dewan Guru dan seluruh Siswa. Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SD Inpres Sifnana bukan saja diberhentikan kepada para siswa saja tetapi para Dewan Guru juga diberikan.

“Untuk menu dari Makanan Bergizi Gratis sesuai dengan takaran gizi yang diawasi oleh orang yang mengawasi soal gizi dari makanan tersebut,”ungkap Kepsek SD Inpres Sifnana K. Kudmas.

Gizi dari makanan disesuaikan dengan usia para murid, sehingga gizi dari makanan tersebut dapat tercover. Kepsek mencontohkan, untuk nasi mereka menggunakan beras yang berkualitas baik. Untuk pembagian MBG dibulan puasa yang diberikan oleh SPPG adalah makanan snack, seperti kue, telur, kacang-kacangan, biskuit, dan buah.

Di SD Inpres Sifnana makanan MBG diberikan bukan saja kepada siswa yang beragama kristen tetapi murid dan guru yang beragama Islam juga. Makanan tersebut mereka simpan dan setelah waktunya berbuka puasa baru makan tersebut dikonsumsi. Untuk menu makanan semuanya sama terhadap Guru dan siswa.

Dalam proses penyaluran makanan MBG itu akan dibagikan kepada siswa yang hadir saja. Karena pihak sekolah setiap hari memberikan laporan kehadiran siswa dan guru. Sehingga dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan membagikan sesuai dengan laporan atau data yang diterima.

“Saya tidak setuju jika MBG diganti dengan uang, karena uang yang diberikan ke siswa dan orang tuanya tidak akan menjamin pemberian gizi kepada anak,”tegas Kepsek SD Inpres Sifnana mengakhiri komentarnya. (Red)















Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *